BNN Intensifkan Pencegahan Narkoba Lewat 1.818 Fasilitator P4GN ke Seluruh Indonesia

- Pewarta

Rabu, 1 April 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, bapers.id II Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia terus memperkuat langkah strategis dalam menghadapi ancaman narkotika yang kian kompleks. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah dengan mengerahkan sebanyak 1.818 fasilitator Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ke seluruh penjuru tanah air, termasuk hingga tingkat desa dan kelurahan.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya angka penyalahgunaan narkoba yang masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Berdasarkan hasil survei prevalensi nasional tahun 2025, angka penyalahgunaan narkoba tercatat mencapai 2,11 persen atau setara dengan sekitar 4,15 juta jiwa.

Angka tersebut menunjukkan bahwa narkoba masih menjadi ancaman nyata yang berdampak luas, tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga sosial, ekonomi, dan keamanan nasional.

Sekretaris Utama BNN RI, Tantan Sulistyana, menegaskan bahwa kondisi ini menuntut adanya langkah-langkah inovatif dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan. Menurutnya, kehadiran fasilitator P4GN di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam memperluas jangkauan layanan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.

“Permasalahan narkoba masih menjadi ancaman serius dengan dampak multidimensi. Oleh karena itu, BNN terus memperkuat layanan P4GN melalui pembentukan fasilitator yang akan langsung terjun ke masyarakat,” ujar Tantan dalam keterangannya di Jakarta, (1/4/2026).

Ia juga mengakui bahwa program fasilitator P4GN merupakan program baru yang saat ini belum sepenuhnya didukung oleh ketersediaan anggaran yang memadai.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keterbatasan tersebut tidak boleh menjadi penghambat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti. Seluruh pegawai BNN sebagai insan antinarkoba harus tetap berinovasi dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia BNN RI, Caca Syahroni, menjelaskan bahwa para fasilitator yang diterjunkan telah melalui proses pelatihan intensif dengan kurikulum yang dirancang secara komprehensif.

Pelatihan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, hingga pemahaman hukum dan kerja sama lintas sektor.

Selain itu, materi pelatihan juga mencakup layanan publik, pengelolaan pengaduan masyarakat, penyediaan informasi, serta pengenalan layanan dari Pusat Laboratorium Narkotika BNN.

Hal ini bertujuan agar para fasilitator memiliki kemampuan yang menyeluruh dalam menjalankan tugas di lapangan.
“Fasilitator P4GN yang mengikuti pelatihan merupakan pegawai BNN dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Mereka akan ditugaskan di seluruh wilayah Indonesia untuk memperkuat pelaksanaan program secara langsung di masyarakat,” jelas Caca.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penugasan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program P4GN serta memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat akar rumput. Dengan demikian, masyarakat di desa dan kelurahan dapat lebih mudah mengakses informasi, edukasi, serta layanan terkait pencegahan dan penanganan narkoba.

Melalui program ini, BNN juga menargetkan percepatan implementasi program Desa/Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba), yang menjadi salah satu program unggulan dalam upaya menciptakan lingkungan masyarakat yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Kehadiran para fasilitator diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. Mereka diharapkan mampu membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.

Dengan pendekatan yang lebih dekat dan partisipatif, BNN optimistis upaya pencegahan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Peningkatan kesadaran publik serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkotika di Indonesia.

Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen BNN dalam melindungi generasi bangsa dari ancaman narkoba serta mewujudkan Indonesia yang bersih, sehat, dan produktif.

Ervinna

Penulis : Ervinna

Editor : Basirun

Sumber Berita : Ervinna

Berita Terkait

Indonesia–Korea Perkuat Kemitraan Strategis Kehutanan, Fokus Pengelolaan Berkelanjutan dan Penanganan Karhutla
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Menyampaikan laporan Anggaran Tahun Anggaran 2025 kepada BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat 
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Resmi Menerbitkan Kebijakan Work From Home (WFH) Setiap Hari Jumat
Hari Terakhir Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Jepara Intensifkan Pengamanan Objek Wisata
Atasi Lonjakan Distribusi Barang, Peneliti UPER Raih Pendanaan RIIM KI untuk Kembangkan Kendaraan Otonom Logistik
Bupati Bogor Rudy Susmanto : Momentum Sholat Idul Fitri 1447 /H Di Stadion Pakansari Ingin Jadikan Sebagai Ajang Kebersamaan
Redaksi Berkisah, Pahala dan Ganjaran Melaksanakan Salat Tarawih Malam ke-28
Seskab Teddy: Meninjau Langsung Kesiapan Armada Kereta Api Khususnya Peluncuran Kereta Api Kerakyatan
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 18:00 WIB

Indonesia–Korea Perkuat Kemitraan Strategis Kehutanan, Fokus Pengelolaan Berkelanjutan dan Penanganan Karhutla

Rabu, 1 April 2026 - 17:39 WIB

BNN Intensifkan Pencegahan Narkoba Lewat 1.818 Fasilitator P4GN ke Seluruh Indonesia

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:31 WIB

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Menyampaikan laporan Anggaran Tahun Anggaran 2025 kepada BPK Perwakilan Provinsi Jawa Barat 

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:06 WIB

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Resmi Menerbitkan Kebijakan Work From Home (WFH) Setiap Hari Jumat

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:52 WIB

Hari Terakhir Operasi Ketupat Candi 2026, Polres Jepara Intensifkan Pengamanan Objek Wisata

Berita Terbaru