Jepara | BAPERS.ID – Sejumlah guru di Kabupaten Jepara menyampaikan keresahan terkait kondisi pendidikan yang dinilai semakin goyah akibat ulah sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Masalah yang Dihadapi Guru di Jepara:
- Kurikulum Tidak Menentu: Perubahan kurikulum yang terlalu sering membuat guru kesulitan menyesuaikan metode mengajar.
- Guru Sibuk Ngonten: Fenomena guru lebih fokus membuat konten di media sosial ketimbang mengajar menurunkan kualitas pembelajaran.
- Kasus Perselingkuhan: Beberapa kasus perselingkuhan di sekolah, seperti di SD Platar dan SD 4 Krapyak, belum ditangani serius oleh dinas pendidikan.
Selain persoalan di sekolah, guru juga menyoroti adanya upaya normalisasi kata kasar “LET” oleh salah satu anggota DPR RI asal Jepara. Kata tersebut bahkan dipasang di ruang publik, tepatnya di perempatan Tugu Kartini.
Baca Juga:
Ketua IT Kadin Jaksel Ridwan Rifai : Penjualan Laptop dan PC Lesu di 2026, Harga RAM Jadi Pemicu
PWRI Pererat Tali Silaturahmi Melalui Tradisi Buka Bersama di Bulan Ramadan
Tuntutan Para Guru:
- Hapus Kata Kasar di Tugu Kartini – Guru menolak keras penggunaan kata-kata tidak pantas di ruang publik.
- Ketegasan Bupati Jepara – Bupati diminta mengambil langkah tegas dalam menyelesaikan persoalan pendidikan maupun isu budaya ini.
- Tolak Normalisasi Umpatan – Guru mengingatkan agar jangan sampai nilai luhur masyarakat dirusak dengan dalih “kearifan lokal”.
“Bahasa adalah cerminan budaya. Jika anak-anak dibiasakan mendengar umpatan, generasi penerus akan kehilangan rasa hormat dan tata krama,” ujar salah seorang guru.
Para guru berharap pemerintah tidak hanya memperhatikan kesejahteraan mereka, tetapi juga melindungi ruang publik dari bahasa kasar yang berpotensi merusak moral generasi muda.
#SaveBahasa #TolakKataKasarmasukRuangPublik #JeparaBerbudaya
Baca Juga:
Yuda
Penulis : Yuda






