KPP Bogor Raya: Copot Direktur RSUD Kota Bogor, Stop Mafia Tenaga Titipan!

- Pewarta

Selasa, 19 Agustus 2025 - 14:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor | BAPERS.ID

RSUD Kota Bogor saat ini tengah menghadapi krisis manajemen yang sangat serius. Berdasarkan catatan tahun 2024, RSUD menanggung utang mencapai Rp93 miliar, termasuk utang belanja pegawai sebesar Rp2,7 miliar. Dari total sekitar 1.500 pegawai, diduga kuat 500 orang di antaranya adalah tenaga titipan yang hanya membebani anggaran tanpa kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan.

Benni Sitepu Selalu Ketua KPP Bogor Raya, Meminta Walikota Agar Dewas RSUD Kota Bogor di Evaluasi yang berkopetensi dan tidak terlalu banyak orang yang sehingga mengeluarkan Anggaran besar buat Gaji Dewasnya.

Fakta ini membuktikan bahwa manajemen RSUD Kota Bogor gagal total dalam mengelola keuangan dan sumber daya manusia.

Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, dengan tegas menyatakan bahwa akar persoalan ada pada pimpinan tertinggi RSUD.

“Direktur RSUD Kota Bogor tidak hanya gagal mengelola manajemen rumah sakit, tetapi juga diduga membiarkan praktik titipan pegawai yang merugikan keuangan daerah. RSUD bukan ladang bancakan, tapi tempat pelayanan kesehatan masyarakat. Kami mendesak agar Wali Kota Bogor segera mencopot Direktur RSUD Kota Bogor dari jabatannya!” tegas Beni Sitepu.

 

Ini TUNTUTAN KPP BOGOR RAYA:

1. Copot dan evaluasi total Direktur RSUD Kota Bogor.

2. Audit menyeluruh struktur pegawai RSUD, terutama tenaga titipan yang membengkakkan anggaran.

3. Stop praktik titipan pegawai yang merusak profesionalitas dan pelayanan publik.

4. Selamatkan RSUD Kota Bogor dari krisis manajemen dan beban utang.

 

KPP Bogor Raya menegaskan, jika persoalan ini tidak segera ditindaklanjuti, berarti Pemerintah Kota Bogor turut melindungi praktik kotor yang merugikan masyarakat.” pungkasnya.(***)

Berita Terkait

Ketua LSM Penjara PN: Kritik Itu Penting, Etika Jauh Lebih Penting
Ketua GARDA PRABOWO Jawa Barat Bob Mulia , Mengecam Pernyataan Mantan Ketua BEM Tiyo Ardianto
Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha
SOSIALISASI PERATURAN DAERAH: SELURUH KEPALA DESA KECAMATAN PULAU RIMAU BANYUASIN DIPERKUAT PEMAHAMAN ATURAN TAHUN 2026
DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??
Dugaan Pungli Menggurita di SDN 1 Sidomulyo, Wali Murid Menjerit, Pemkab OKI Diminta Bertindak
Redaksi Berkisah,1 Muharam, Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Mau Jago Renang? Intip 3 Tips dari Derryl Nandana, Atlet UPER yang Tembus PON
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:23 WIB

Ketua LSM Penjara PN: Kritik Itu Penting, Etika Jauh Lebih Penting

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:20 WIB

Ketua GARDA PRABOWO Jawa Barat Bob Mulia , Mengecam Pernyataan Mantan Ketua BEM Tiyo Ardianto

Selasa, 16 Juni 2026 - 03:28 WIB

Maju Calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor, Sulhajji Jompa Usung Visi Persatuan dan Kolaborasi Dunia Usaha

Senin, 15 Juni 2026 - 14:59 WIB

SOSIALISASI PERATURAN DAERAH: SELURUH KEPALA DESA KECAMATAN PULAU RIMAU BANYUASIN DIPERKUAT PEMAHAMAN ATURAN TAHUN 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:53 WIB

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Berita Terbaru

Jawa Barat

Ketua LSM Penjara PN: Kritik Itu Penting, Etika Jauh Lebih Penting

Selasa, 16 Jun 2026 - 16:23 WIB

Jawa Barat

DPR, Kalian Wakil Rakyat atau Debt Collector Pajak ??

Minggu, 14 Jun 2026 - 17:53 WIB